Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), suatu organisasi internasional multistakeholder yang didirikan pada tahun 2004, merupakan inisiatif bisnis sekaligus tuntutan konsumen dimana para anggotanya mengikatkan diri pada mekanisme RSPO dengan tujuan untuk memproduksi dan menggunakan minyak sawit secara berkelanjutan (sustainability) dengan  memprioritaskan aspek legalitas, lingkungan, dan kelayakan sosial ekonomi jangka panjang.

Beberapa hal yang secara khusus diatur dalam P & C RSPO antara lain : ‚Äč

  • Nilai Konservasi Tinggi (NKT)

  • Menggunakan proses Free Prior and Informed Consent (FPIC) dalam hal pemindahan hak dari masyarakat, termasuk masyarakat adat

  • Mengatur pembukaan perkebunan baru melalui New Planting Procedure (NPP)


Sejak diterapkan pada bulan Mei 2008 hingga Agustus 2015 terdapat lebih dari 29 grup perusahaan dengan lebih dari 123 pabrik kelapa sawit di Indonesia yang telah berhasil memiliki sertifikat produksi minyak sawit berkelanjutan RSPO.

Hal ini menempatkan Indonesia sebagai Negara penghasil minyak sawit bersertifikat RSPO terbesar di dunia. Di samping itu, saat ini terdapat tiga kelompok petani swadaya yang telah memperoleh sertifikat RSPO di Indonesia.

PT. Tunas Sawa Erma telah berkomitmen untuk mengikuti standar RSPO yang diawali dengan melakukan Moratorium Tahap  1 pembukaan lahan sejak tanggal 9 Agustus 2016 selama 3 bulan dan dilanjutkan dengan Moratorium Tahap 2 tanggal 10 November 2016.