Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)

Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) adalah suatu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia yang bertujuan : memperbaiki keberlanjutan industry kelapa sawit sesuai dengan peraturan dan ketentuan Pemerintah Indonesia, meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia dan ikut berpartisipasi mendukung program pengurangan gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

Pelaksanaan ISPO bersifat WAJIB dan dilakukan dengan memegang teguh prinsip pembinaan dan advokasi serta bimbingan kepada perkebunan kelapa sawit yang merupakan tugas Pemerintah. Oleh karena itu tahap awal dari pelaksanaan sertifikasi ISPO adalah klasifikasi kebun (Kelas Kebun) sesuai Peraturan Menteri Pertanian 07 Tahun 2009 tentang Pedoman Penilaian Usaha Perkebunan.

Pada bulan Maret tahun 2015 telah diterbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang menyempurnakan ketentuan sebelumnya yang mengatur tentang 7 Prinsip dan Kriteria ISPO, yaitu :

  • Legalitas usaha

  • Manajemen perkebunan

  • Perlindungan terhadap pemanfaatan hutan alam primer dan lahan gambut

  • Pengelolaan dan pemantauan lingkungan

  • Tanggung jawab terhadap pekerja

  • Tanggung jawab social dan pemberdayaan ekonomi masyarakat

  • Peningkatan usaha secara berkelanjutan

Sampai dengan periode Juni 2015 sudah terdapat 96 perusahaan perkebunan yang terintegrasi telah mendapatkan sertifikat ISPO dengan luas areal tertanam sebesar 756.743 hektar dan total produksi CPO 3.849.484 ton (Secretariat ISPO, 2015).

 PT. Tunas Sawa Erma telah melaksanakan proses sertifikasi ISPO sejak awal tahun 2014 dan telah mendapat Sertifikat ISPO dengan Nomor : MUTU-ISPO/073 yang berlaku sejak tanggal 6 Desember 2016 s/d 5 Desember 2021.